Investasi Agrobisnis Kayu Jati Ambon

Oleh: Dani Rahmat Nugraha
Jabar – Sabtu, 7 April 2012 | 20:00 WIB

INILAH.COM, Bandung – Investasi agrobisnis kayu Jati Ambon atau yang bisa disebut Jabon cukup menjanjikan bagi yang memasuki masa pensiun atau mempersiapkan untuk masa depan.

Investasi Jabon cukup menjanjikan karena memiliki waktu yang lebih cepat dipanen dibanding kayu jenis lain. Tanaman Jabon bisa dipanen dalam waktu sekitar 5 tahun. Selain itu, tanaman kayu Jabon pun mudah ditanam.

Hal ini sudah dirasakan salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) disalah satu instansi Pemerintah Kabupaten Bandung, Asep S. Diakhir-akhir masa baktinya sebagai PNS, Asep mencoba memanfaatkannya dengan menanam pohon Jabon di kampung halamannya, Ciamis Jawa Barat. Diatas lahan seluas 300 tumbak, dirinya menanam tanaman kayu Jabon.

“Kan masa pensiun saya sekitar lima tahun lagi. Jadi Insa Allah ketika pensiun bertepatan dengan panen kayu Jabon,” ujar Asep kepada INILAH.COM, Sabtu (7/4/2012).

Selain berniat investasi, kata Asep, awalnya dia hanya berfikir memanfaatkan lahan pemberian orang tuanya tersebut. Karena selama ini dibiarkan kosong tak terurus. Berbekal pengetahuan yang ia gali dari berbagai sumber, ia memutuskan menanaminya dengan kayu Jabon. “Ya, ini sih pemanfaatan lahan. Penghijauan sekaligus menguntungkan,” katanya.

Direktur CV Tuturubus Wawan Setiawan menambahkan, investasi agribisinis pohon kayu Jabon ini cukup solutif bagi siapa saja. Terutama bagi yang berniat investasi jangka menengah.

“Investasi di bidang agrobisnis kayu Jabon cukup solutif. Apalagi bagi pegawai swasta yang hendak menyiapkan masa setelah pensiun atau yang sudah memasuki masa pensiun. Saya menyarankan, mereka mulai berinvestasi dari sekarang, khususnya untuk pohon Jabon. Nanti, setelah pensiun, tinggal petik saja hasilnya. Atau, sebelum pensiun pun keuntungan dari menanam pohon Jabon sudah bisa dinikmati,” ujar Wawan.

Pohon Jabon ini, jelasnya, termasuk pohon yang cepat tumbuh. Dalam kurun waktu 5 tahun, pohon ini sudah bisa tumbuh besar dan sudah siap panen. Selain itu, dalam industri perkayuan, pohon Jabon ini dimanfaatkan untuk pembuatan kertas, furniture, kerajinan tangan dan pensil.

“Karena bisa tumbuh cepat, dalam kurun waktu 5 tahun kita bisa menikmati keuntungan dari penjualan pohon Jabon ini. Makanya, saya menyarankan agar pegawai swasta mulai berinvestasi di pohon Jabon. Jika misalkan saat ini sudah bisa berinvestasi di pohon Jabon, sebelum pensiun pun keuntungan materi dari penjualan pohon Jabon sudah bisa dinikmati,” lanjut Wawan yang memulai bisnis investasi pohon sejak 2007 ini.

Wawan mencotohkan, jika saat ini seorang pegawai swasta yang masih muda dan belum memasuki masa pensiun menanam pohon Jabon minimal sebanyak 200 pohon, keuntungan yang bisa didapat 5 tahun kemudian mencapai Rp40 juta.

Pohon Jabon sendiri, lanjutnya, saat ini menjadi primadona dalam industri perkayuan, termasuk kayu lapis. Hal itu karena Jabon memiliki keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon dan albasia.

“Keunggulan Jabon itu salah satunya diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/tahun juga memiliki masa produksi yang singkat, hanya 4-5 tahun serta tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri dan yang pasti, berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus. Adapun untuk harganya sendiri sebesar Rp2.500/ bibit pohon,” tambahnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa selain sangat menguntungkan, pohon Jabon ini dapat menjadi konservasi bagi tanah dan hutan karena sifatnya yang memiliki akar serabut dan banyak sekali menyerap air. “Jadi ya, selain menguntungkan, investasi di Jabon ini juga turut mendukung program lingkungan,” pungkasnya.[ang]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: